Model-Model Pembelajaran

Metodologi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.

Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.


Perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain.

Adakalanya seorang guru perlu menggunakan beberapa metode dalam menyampaikan suatu pokok babasan tertentu. Dengan variasi beberapa metode, penyajian pengajaran menjadi lebih hidup. Misalnya pada awal pengajaran, guru memberikan suatu uraian dengan metode ceramah, kemudian menggunakan contoh-contoh melalui peragaan dan diakhiri dengan diskusi atau tanya-jawab. Di sini bukan hanya guru yang aktif berbicara, melainkan siswa pun terdorong untuk berpartisipasi.

Seorang guru yang pandai berpidato dengan segala humor dan variasinya, mungkin tidak mengalami kesulitan dalam berbicara, ia dapat memukau siswa dan awal sampai akhir pengajaran. Akan tetapi bagi seorang guru bicara, uraiannya akan terasa kering, untuk itu ia dapat mengatasi dengan uraian sedikit saja, diselingi tanya jawab, pemberian tugas, kerja kelompok atau diskusi sehingga kelemahan dalam berbicara dapat ditutup dengan metoda lain.

Winarno Surakhmad dalam bukunya “Pengantar interaksi belajar mengajar” menggolongkan metode metode itu menjadi dua golongan ialah: Metode interaksi secara individual dan secara kelompok. Namun perlu diketahui bahwa kiasifikasi tersebut tetap fleksibel

METODE MENGAJAR

. Secara Individual

Secara Kelompok

  1. metode ceramah
  2. metode diskusi
  3. metode demonstrasi
  4. metode resitasi
  5. metode eksperimen
  6. metode karya wisata
  7. metode pemecahan masalah
  8. metode Tanya jawab
  9. metode latihan keterampilan
  10. metode belajar beregu
  11. metode sosiodrama dan bermain peran
  12. metode proyek (unit)
  13. metode penemuan
  14. metode inquiri
  15. metode kerja kelompok

16. metode sumbang saran

1. Seminar

2. Simposium

3. Forum

4. Panel

5. Musyawarah kerja

Perlunya variasi penggunaan metode mengajar :

  1. Salah satu komponen keahlian seorang dosen adalah metode mengajar, yaitu kemampuan menyampaikan pengajaran kepada mahasiswa
  1. Tidak ada satu metodepun yg dianggap paling baik diantara metode-metode yg lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahannya
  2. Ada kalanya dosen perlu menggunakan beberapa metode (variasi) dalam menyampaikan suatu pokok bahasan tertentu
  3. Bagi dosen yang punya kelemahan dalam berbicara/ceramah dapat diatasi/ditutup dengan metode lain
  4. Keberhasilan penyampaian pembelajaran sangat tergantung pada ketepatan dalam pemilihan metode mengajar

Metode secara Individual.

1. Metode Ceramah (preaching method).

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

Ceramah : penuturan / penerangan secara lisan / berbicara oleh dosen atau guru terhadap kelas

Kapan digunakan ? Yaitu jika dosen :

Akan menyampaikan fakta/pendapat, dan tdk terdapat bahan bacaan yang menerangkan fakta yg dimaksudkan

Akan menyampaikan pengajaran kpd sejumlah mahasiswa yg besar

Adalah pembicara yg bersemangat, antusias, sehingga dpt memotivasi mahasiswa utk mengerjakan suatu pekerjaan

Akan menyimpulkan pokok-pokok penting yang telah diajarkan, sehingga memungkinkan mahasiswa utk melihat lebih jelas hubungan antara pokok yang satu dengan yang lainnya

Akan memperkenalkan pokok bahasan baru

Dalam mempersiapkan metode ceramah umumnya ada 3 cara :

  1. Cara pertama guru menyusun apa yang hendak diceramahkan kepada para anak didiknya.
  2. Cara kedua guru mebuat pokok-pokok persoalannya sehingga guru dapat berbicara dimuka kelas atas dasar pola yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
  3. Cara ketiga guru sama sekali tidak membuat persiapan. Pola ini biasanya dilaksanakan oleh para ahli pidato dimana mereka sudah mengenal persoalannya, sehingga mereka dapat mengemukakan persoalan tersebut kepada orang lain dengan baik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan bahan :

  1. Tujuan yang hendak dicapai atau yang harus dipelajari oleh anak didik, harus dirumuskan dengan jelas.
  2. Menetapkan istilah-istilah atau pengertian-pengertian yang akan dipergunakan dalam ceramahnya.
  3. Menyusun bahan ceramah dengan teliti
  4. Perhatian anak didik pada pokok persoalan merupakan suatu syarat berhasilnya metode ini.
  5. Menanamkan pengertian dengan jelas
  6. Merencanakan evaluasi secara wajar.

Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan

Kelemahan

  1. Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas
  2. Organisasi kelas sederhana
  3. Guru mudah menguasai kelas.
  4. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
  5. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
  6. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

  1. Guru tak dapat mengetahui sampai dimana anak didik telah mengerti pembicaraan- nya
  2. Kata-kata yg diucapkan guru ditafsirkan lain oleh anak didik
  3. Membuat siswa pasif
  4. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
  5. Mengandung daya kritis siswa (Daradjat, 1985)
  6. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
  7. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
  8. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
  9. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode Diskusi (discussion method)

Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia; sedemikian kompleksnya masalah tersebut, sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja, melainkan harus menggunakan segala pengetahuan yang kita miliki untuk mencari pemecahan yang terbaik. Ada kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban yang benar sehingga kita harus menemukan jawaban yang paling tepat diantara sekian banyak jawaban tersebut.

Cara penyampaian bahan pelajaran dimana dosen memberi kesempatan kepada mhs untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah

Kapan digunakan ?

- menguji kemungkinan jawaban yang dpt dipertahankan lebih dari

sebuah

- tidak menanyakan “manakah jawaban yang benar” tetapi lebih

menekankan kepada “mempertimbangkan dan membandingkan”

- menarik minat mahasiswa dan sesuai dengan taraf kemampuannya

Peranan Guru :

1. Pengatur lalu lintas

2. Dinding penangkis

3. Penunjuk jalan

Jenis-jenis diskusi

  1. Diskusi formal
  2. Diskusi tidak formal (informal)
  3. Diskusi panel
  4. Diskusi dalam bentuk simposium
  5. Lecture discussion

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1.Mhs belajar bermusyawarah

2.Mhs mendapat kesempatan

untuk menguji tingkat penge

tahuan masing-masing

3.Belajar menghargai orang

lain

4.Mengembangkan cara ber-

pikir dan sikap ilmiah

1. Pendapat serta pertanyaan

mhs dpt menyimpang dari

pokok persoalan

2. Kesulitan dlm menyimpulkan

sering menyebabkan tdk ada

penyelesaian

3. Membutuhkan waktu cukup

banyak

3. Metode Demonstrasi (Demonstration method).

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).

Demonstrasi : menunjukkan kepada kelas

Kapan digunakan ? Yaitu untuk menjawab pertanyaan :

“Bagaimana cara mengatur sesuatu” ?

“Bagaimana membuatnya” ?

“Bagaiman bekerjanya” ?

“Bagaimana mengerjakannya” ?

“Cara manakah yang lebih baik” ?

“Terdiri dari apa” ?

Untuk mengetahui kebenaran dari sesuatu.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Perhatian siswa dapat dipusatkan, dan pokok bahasan yang dianggap penting oleh guru dapat diartikan seperlunya.

2. Siswa ikut serta aktif bila dernonstrasi sekaligus dilanjutkan dengan eksperimen.

3. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi sekiranya siswa hendak mencoba menpelajari suatu proses dari buku bacaan.

4. Beberapa persoalan yang belum dirnengerti ditanyakan langsung saat proses itu ditunjukkan sehingga terjawab dengan jelas.

1. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.

2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan

3. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

4. Metode Pemberian Tugas Belajar dan Resitas(Recitation method).

Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar anak didik melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas yang dilaksanakan oleh anak didik dapat dilakukan didalam kelas, dihalaman sekolah, dilaboratorium, diperpustakaan, dibengkel, dirumah atau dimana saja asal tugas itu dapat dilaksanakan. Rahmah johar(2006 :112)

Metode ini mengandung 3 unsur :

  1. Tugas : pemberian pekerjaan oleh dosen kepada mahasiswa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu
  2. Belajar : dengan mengerjakan tugas mahasiswa diharapkan memperoleh hasil (performance) tertentu
  3. Resitasi : tahap akhir pemberian tugas adalah resitasi (melaporkan atau mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan / tugas tersebut)

Tujuan Penggunaan metode Resitasi :

Memperdalam pengertian mahasiswa terhadap pelajaran yang tlh diterima.

Melatih mahasiswa ke arah belajar mandiri

Mahasiswa dapat membagi waktu secara teratur

Mahasiswa dpt memanfaatkan waktu terluang utk menyelesaikan tugas

Melatih mahasiswa untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas

Memperkaya pengalaman-pengalaman di sekolah melalui kegiatan-kegiatan di luar kelas

Ada langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metode tugas atau resitasi, yaitu :

  1. fase pemberian tugas
  2. fase pelaksanaan tugas
  3. fase mempertanggungjawabakan tugas

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Memberi kesempatan mahs untuk

belajar lebih banyak

2. Memupuk rasa tanggung jawab

3. Memperkuat motivasi belajar

4. Menjalin hubungan antara sekolah

dengan keluarga

5. Mengembangkan keberanian untuk

Berinisiatif

1.Memerlukan pengawasan yang ketat

baik oleh dosen maupun orang tua

2.Sukar menetapkan apakah tugas

dikerjakan oleh mahasiswa sendiri

atau atas bantuan orang lain

3.Banyak kecenderungan untuk saling

mencontoh dengan teman-teman

4.Agak sulit diselesaikan bagi

mahasiswa yang tinggal bersama

keluarga yang kurang teratur

5.Dapat menimbulkan frustrasi bila

gagal menyelesaikan tugas

5. Metode Eksperimen(experimental method).

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan

Eksperimen : mencoba mengamati sesuatu, mengamati proses dan hasil percobaan

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Mhs aktif mengalami sendiri

2. Mhs dapat membuktikan teori-teori yg pernah diterima

3. Mhs mendapatkan kesempatan utk melakukan langkah-langkah berpikir ilmiah

  1. Akan kurang berhasil bila alat-alat yg tersedia tdk mencukupi kebutuhan mhs
  2. Kemungkinan tdk membawa hasil yg diharapkan bila mhs belum cukup pengalaman
  3. Sering ada eksperimen yg memerlukan wkt panjang shg tdk praktis dilaksanakan di sekolah. Lebih merugikan lagi bila utk dapat melanjutkan pelajaran hrs menunggu hasil eksperimen tsb.

6. Metode Karyawisata(study toor method).

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan

Kelemahan

1. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.

2. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.

3. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

1. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.

2. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.

3. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.

4. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.

5. Biayanya cukup mahal.

6. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

7. Metode Pemecahan Masalah(problem solving).

Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

Metode yg mendorong mahasiswa utk mencari dan memecahkan persoalan-persoalan

Cara ilmiah untuk memecahkan masalah ( scientific method ) :

- memahami masalah

- mengumpulkan data

- merumuskan hipotesis

- menilai hipotesis

- mengadakan eksperimen ( menguji hipotesis )

- menyimpulkan

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1.Mengajak mahasiswa berpikir secara rasional

2.Mahasiswa aktif

3.Mengembangkan rasa tanggung jawab

1.Memakan waktu lama

2.Kebulatan bahan kadang-kadang sukar dicapai

8. Metode Tanya Jawab.

Metode Tanya jawab dimana cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab tentang bahan pelajaran, terutama dari guru kepada anak didik, tapi dapat pula dari anak didik kepada guru.

metode mengajar yang berusaha menanyakan apakah mahasiswa telah mengetahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan, dan ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran mahasiswa

Kapan digunakan ? Yaitu jika dosen ingin :

Melanjutkan pelajaran yang lalu.

Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama mahasiswa.

Memimpin pengamatan dan pemikiran mahasiswa.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Kelas lebih aktif

2. Memberi kesempatan mhs untuk

bertanya, shg dosen mengetahui

hal-hal yg belum dimengerti mhs

3. Dosen dpt mengetahui sampai di

mana penangkapan mhs tehadap

segala sesuatu yg diterangkan

1. Kadang-kadang pembicaraan

menyimpang dari pokok

persoalan

2. Membutuhkan waktu lebih banyak

9. Metode Latihan Ketrampilan(Drill method).

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.

Drill merupakan cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari mahasiswa untuk

memperoleh suatu keterampilan tertentu, misal :

- Kecakapan motoris : menggunakan alat-alat.

- Kecakapan mental : menghafal, menjumlah, membagi, dsb

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Tujuan ( kompetensi yang akan dilatihkan/dikerjakan ) jelas

Kebiasaan dan lama latihan disesuaikan dengan kemampuan mhs

Ada selingan latihan supaya tidak bosan

Diperhatikan tentang kesalahan-kesalahan yang dilakukan mhs untuk perbaikan (klasikal / perorangan )

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Pengertian mahasiswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang

2. Mahasiswa siap menggunakan keterampilan karena sudah dibiasakan

1. Mahasiswa cenderung belajar

secara mekanis

2. Dpt menyebabkan kebosanan

3. Mematikan kreasi mahasiswa

4. Menimbulkan verbalisme

10. Metode belajar beregu ( Team teaching method )

Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan tenaga baru atau kekurangan pengetahuan guru

2. penegetahuan anak didik tentang suatu pelajaran akan lebih lengkap sebab diberikan dan ditinjau oleh pengajar yang pandangannya saling melengkapi.

3. para guru dimungkinkan mendapat bantuan, baik dari rekan-rekannya maupun dari orang luar(sebab mereka bersatu dalam tim pengajar).

1. bila seorang guru yang sedang tidak mendapat giliran mengajar tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih lanjut, atau membuat perencanaab yang lebih matang.

2. akan merugikan bila masing-masing anggota tim tidak kompak, tidak dapat bekerjasama dengan baik, sehingga tim itu tidak dapat berintegrasi.

11. Metode sosiodrama dan bermain peran

Metode sosiodrama adalah metode mengajar dengan mendemonstrasikan cara bertingkah laku dalam kehidupan sosial, sedangkan bermain peranan menekankan kenyataan dimana para anak didik diikutsertakan dalam permainan peranan didalam mendemunstrasikan masalah-masalah sosial.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Mengembangkan kreativitas siswa (dengan peran yang dimainkan siswa dapat berfantasi)

2. Memupuk kerjasama antara siswa.

3. Menumbuhkan bakat siswa dalam seni drama.

4. Siswa lebih memperhatikan pelajaran karena menghayati sendiri.

5. Memupuk keberanian berpendapat di depan kelas.

6. Melatih siswa untuk menganalisa masalah dan mengambil kesimpulan dalarn waktu singkat.

1.Adanya kurang kesungguhan para pemain menyebabkan tujuan tak tercapai.

2.Pendengar (siswa yang tak berperan) sening mentertawakan tingkah laku pemain sehingga merusak suasana.

12. Metode proyek (unit)

Metode proyek (unit) adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih unit adalah :

  1. Unit itu sesuai dengan minat, kebutuhan dan pengalaman belajar.
  2. Unit itu sesuai dengan taraf kematangan anak didik.
  3. Unit itu merangsang serta memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan pikirannya untuk berkreasi.
  4. Unit itu sudah terencana.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi yang lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan
  2. melalui metode ini anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dengana terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Kurikulum yang berlaku dinegara kita ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
  2. harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
  3. bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

13. Metode Penemuan (discovery)

Menurut Rahmah Johar (2006 : 130). Discovery adalah proses mental dimana anak didik mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip.

Proses mental tersebut antara lain mengamati, mencerna, mengerti, mengelompokkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Membantu anak didik untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/pengenalan anak didik.
  2. anak didik memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa anak didik tersebut.
  3. dapat meningkatkan gairah belajar anak didik.
  1. Pada anak didik harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini.
  2. bila kelas terlalu besar penggunaan metode ini kurang berhasil.
  3. bagi guru dan anak didik yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional munkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini.

14. Metode inquiry

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234).

untuk meningkatkan metode inquiry dapat ditimbulkan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

    1. Membinbing kegiatan laboraturium
    2. modifikasi inquiry
    3. kebebasan inquiry
    4. inquiry pendekatan peranan
    5. mengundang kedalam inquiry
    6. teka-teki bergambar
    7. synectics lesson
    8. kejelasan nilai-nilai

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Dapat membantu dan mengembangkan self concept pada diri siwa, sehingga anak didik dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik.
  2. membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
  3. mendorong anak didik untuk berpikir dan berkerja atas inisiatifnya sendiri.
  1. anak didik memerlukan waktu untuk berfikir dan memperoleh pengertian tentang konsep, prinsip dan cara menyelidiki masalah
  2. perlu adanya kesiapan mental pada diri anak didik.

15. Metode kerja kelompok.

Kerja kelompok : suatu kegiatan pembelajaran dimana anak didik dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu

Kapan digunakan ?

Untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran

Pengelompokan atas dasar perbedaan kemampuan belajar

Pengelompokan atas dasar perbedaan minat belajar

Pengelompokan untuk memperbesar partisipasi tiap mhs

Pengelompokan untuk pembagian pekerjaan

Pengelompokan untuk kerjasama secara efisien menuju ke suatu tujuan

Kerja kelompok merupakan salah satu metode mengajar yang diterapkan pada hampir semua bentuk pembelajaran. Kerja kelompok dilakukan sebagai pendekatan pembelajaran, karena:

Melatih bekerja dalam kelompok (teamwork)

  • Melatih keterampilan berkomunikasi
  • Pembagian kerja
  • Melatih kemampuan bertanggung jawab
  • Melatih keterampilan sosial (kepemimpinan, sikap positif)

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

1. Dapat memupuk rasa kerjasama

2. Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan

3. Ada persaingan yang sehat

1. Adanya sifat-sifat pribadi yg ingin

menonjolkan diri, atau sebaliknya

yg lemah merasa rendah diri dan

selalu tergantung kpd orang lain

2. Jika kecakapan tiap anggota tdk

seimbang, akan menghambat

kelancaran tugas, atau didominasi

oleh seseorang

16. Metode sumbang saran(brain-storming)

Brain-storming adalah suatu cara mengajar yang dilaksanakn oleh guru didalam kelas, yaitu dengan melontarkan suatu masalah kekelas oleh guru, kemudian anak didik menjawab dan menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah yang baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang sangat singkat. Rahmah Johar dkk (2006 ; 140).

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Anak didik aktif berpikir untuk menyatakan pendapat.
  2. melatih anak didik berpikir dengan cepat dan tersusun logis.
  3. meningkatkan partisipasi anak didik dalam menerima pelajaran.
  4. terjadi persaingan yang sehat
  5. suasana demokrasi
  1. guru kurang memberi waktu cukup kepada anak didik untuk berfikir dengan baik.
  2. anak yang kurang selalu ketinggalan.
  3. kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai saja.

METODE-METODE MENGAJAR SECARA KELOMPOK.

Metode-metode mengajar yang digunakan untuk kelompok yang jumlahnya besar, sedemikian besar jumlahnya sehingga dibutuhkan teknik tersendiri untuk mengatasinya, sebab kelompok itu dipandang sebagai massa dengan segala sifat yang menjadi ciri-ciri massa. Walaupun tidak selalu bahwa guru itu menghadapi kelompok besar, namun kiranya perlu mengetahui beberapa diantaranya, karena mungkin suatu saat ia membutuhkan. Metode-metode ini lebih banyak diterapkan untuk orang dewasa.


1.SEMINAR

Seminar merupakan suatu pembahasan masalah secara ilmiah, walaupun topic yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi.

Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa orang pembicara sesuai dengan pokok-pokok bahasan yang diminta oleh sesuatu panitia penyelenggara. Pokok-pokok bahasan yang diminta oleh suatu penitia penyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahas secara teoritis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan bila masalahnya sangat luas. Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh orang berwenang (yang ditunjuk panitia) sehingga tujuan seminar terarah. Kemudian hadirin (massa) dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas permasalahan lebih lanjut. Tiap kelompok dapat diserahi tugas membahas suatu sub pokok bahasan untuk dibahas dalam kelompok yang biasanya juga disebut seksi/komisi, di bawah pimpinan seorang ketua komisi (kelompok). Dari hasil-hasil kelompok, disusun suatu perumusan yang merupakan suatu kesimpulan yang dirumuskan oleh suatu tim perumus yang ditunjuk.

Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting. Oleh karena itu dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah. Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah.

PENGGUNAAN SEMINAR

1. Seminar akan efektif bila:

2. Tersedia waktu yang cukup untuk membahas persoalan.

3. Problema sudah dirumuskan dengan jelas.

4. Para peserta dapat diajak berfikir logis.

5. Problema memerlukan pemecahan yang sistematis.

6. Problema akan dipecahkan secara menyeluruh.

7. Pimpmnan sidang cukup terampil dalam mcnggunakan metode ini.

8. Kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan setiap peserta mengambil bagian dalam berpendapat.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Membangkitkan pemikiran yang logis.
  2. Mendorong pada analisa menyeluruh.
  3. Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.
  4. Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
  5. Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.

  1. Membutuhkan banyak waktu.
  2. Memerlukan pimpinan yang terampil.
  3. Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
  4. Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk mempelajari terlebih dahulu.
  5. Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.

2. SIMPOSIUM

Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.

Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), dibawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.


PENGGUNAAN SIMPOSIUM


Simposium dapat digunakan :

o Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu.

o Jika kelompok peserta besar.

o Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang ringkas.

o Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli dalam bidang yang disoroti).

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.
  2. Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.
  3. Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.
  4. Dapat direncanakan jauh sebelumnya.

  1. Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan.
  2. Kurang interaksi kelompok.
  3. Menekankan pokok pembicaraan.
  4. Agak terasa formal.
  5. Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.
  6. Sulit mengadakan kontnol waktu.
  7. Secara umum membatasi pendapat pembicara.

3. FORUM

Yang dimaksud dengan forum adalah suatu gelanggang terbuka, dimana seseorang mendapat kesempatan berbicara tentang masalah apapun. Pembicara dapat datang dari kelompok massa, dan segera setelah selesai pembicaraannya ia harus kembali ke tempat semula. Jadi dalam forum tidak ada anggota tertentu yang duduk terpisah dari pendengar, tetapi ditekankan pada pemberian kesempatan bagi setiap orang untuk mengemukakan pikiran dan perasaan di depan khalayak.

Dalam forum tidak akan diambil keputusan, melainkan sekedar meransang pendengar untuk mengemukan pemikiran baru, dimana sangat diperlukan pandangan berbagai orang. Seseorang yang maju kedepan seolah-olah memberi kesan bahwa ia adalah seorang dan sekian banyak orang yang sama-sama mencari suatu penyelesaian. Pada akhimya pimpinan forum harus mengemukakan ikhtisar pembicaraan dan sering diikuti suatu seruan kepada massa.


PENGGUNAAN FORUM


Forum digunakan sebagai suatu metode pengajaran kelompok :

  1. Untuk memberi kesempatan interaksi kelompok.
  2. Pada saat diperlukan kombinasi antara maksud penyajian dengan reaksi kelompok.
  3. Jika diinginkan pandangan/tanggapan dari pengunjung.
  4. Kalau kelompok itu sangat besar.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Menambah pandangan dengan reaksi pengunjung.
  2. Dapat dipakai terutama pada kelompok yang besar.
  3. Dapat dipakai untuk menyajikan keterampilan yang banyak dalam waktu singkat.
  4. Pergantian pembicara menambah vaniasi.
  5. Reaksi pengunjung mendorong pengunjung untuk mendengarkan dengan lebih banyak perhatian.

  1. Membutuhkan banyak waktu.
  2. Pribadi masing-masing pembicara dapat memaksakan pada mateni yang kurang tepat.
  3. Tanggapan dari kelompok tertunda.
  4. Sulit mengendalikan waktu.
  5. Periode forum mudah terulur..

4. PANEL

Panel merupakan salah satu bentuk diskusi yang sudah direncanakan tentang suatu topik di depan para pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleb 3 - 6 orang yang dianggap ahli yang dipimpin oleh seorang moderator.

Para panelis berdiskusi sedemikian rupa, sehingga para pengunjung dapat mengikuti pembicaraan mereka.

Pengunjung hanya berfungsi sebagai pendengar, oleh karena itu pengunjung yang begitu besar jumlahnya dianggap sebagai kelompok yang diajar oleh suatu regu guru. Tetapi panel tidak boleh hanya sekedar merupakan pengajaran informatif, melainkan harus dapat merangsang cara berpikir massa dengan memberikan berbagai perspektif.

Pelaksanaan panel dimulai dari perkenalan para panelis oleh moderator, kemudian disampaikan persoalan umum kepada para panelis tersebut, untuk didiskusikan. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang pandai berbicara dengan lancar dan menarik. Moderator juga memegang penanan dalam diskusi ini, sebagai pengatur jalannya pembicaraan dengan sekali-kali menyimpulkan apa yang dikemukakan oleh para panelis. Perbedaan pendapat tidak menjadi persoalan, karena pada diskusi panel tidak perlu dicapai suatu kesatuan pendapat atau keputusan. Bahkan perbedaan pendapat itulah yang diharapkan dapat memberikan stimulus bagi pendengar untuk dapat berpikir lebih jauh. Pendengar tidak hanya akan menelan pesan yang sudah jadi, melainkan dapat mengikuti proses pemikiran para panelis jalannya diskusi. Setelah diskusi selesai, pendengar dapat membentuk kelompok-kelompok untuk mendiskusikannya lebih lanjut. Akan tetapi selama diskusi panel, pendengar tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan.


PENGGUNAAN PANEL


Anda dapat menggunakan panel kalau :

  1. Ingin mengemukakan pandapat yang berbeda-beda.
  2. Ingin memberi stimulus para pendengar akan adanya suatu persoalan yang perlu dipecahkan.
  3. Ada panelis yang memenuhi syarat.
  4. Pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok itu.
  5. Ingin mengajak pendengar melihat “ke dalam” tetapi tidak menginginkan tanggapan secara verbal.
  6. Ada moderator yang cakap, yang dapat menguasai segala aspek dan persoalan yang dibicarakan.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Membangkitkan pikiran.
  2. Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.
  3. Mendorong ke analisis lebih lanjut.
  4. Memanfaatkan para ahli untuk berpendapat dan proses pemikirannya dapat membelajarkan orang lain.

  1. Mudah tersesat bila moderator tidak terampil.
  2. Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.
  3. Tidak memberi kesempatan peserta untuk berbicara.
  4. Cenderung menjadi serial pidato pendek.
  5. Membutuhkan persiapan yang cukup masak.

5. MUSYAWARAH KERJA

Musyawarah kerja atau rapat kerja (raker) merupakan suatu pertemuan yang hanya dihadin oleh sekelompok massa tertentu yang bergerak dalam bidang kerja sejenis. Dengan massa yang lebih terbatas, raker dilaksanakan untuk saling bertukar pengalaman atau pengetahuan dalam bidang kerja masing-masing, untuk mengevaluasi program-program kerja yang telah dilaksanakan atau untuk mengadakan pembaharuan dalam bidang kerja tersebut.

Permasalahan yang akan dibahas, dipersiapkan jauh sebelumnya dengan menginventarisasi masalah dari lapangan kemudian diklasifikasikan ke dalam aspek-aspek tertentu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Bila perlu pada permulaan raker didahului dengan ceramah sebagai pengarahan dari seorang nara sumber, di samping ada beberapa nara sumber lain yang sewaktu-waktu dapat memberikan bantuan bila mengalami kesulitan. Peserta dibagi atas beberapa kelompok, yang masing-masing dipimpin oleh seorang ketua kelompok. Hasil akhir sidang kelompok disampaikan pada sidang pleno (lengkap) untuk mendapatkan tinjauan umum secara menyeluruh, untuk pada akhimya diambil satu keputusan. Biasanya raker dilaksanakan selama beberapa hari (lima hari sampai seminggu), oleh karena itu di tengah-tengah raker dapat disisipi acara karyawisata, pameran, demonstrasi, diskusi panel, dan sebagainya.


PENGGUNAAN RAPAT KERJA


Rapat kerja digunakan untuk tiga hal pokok ialah :

  1. Kalau dirasa ada kebutuhan untuk saling bertukar pengalaman.
  2. Timbul kebutuhan untuk mengevaluasi program kerja yang telah ada untuk mengembangkan sesuatu yang baru.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan

Kelemahan

  1. Persoalan yang dihadapi dapat dipecahkan bersama.
  2. Menambah pengalaman dan hasil kerja orang lain.
  3. Mendapatkan perkembangan-perkembangan baru di bidang kerja.
  4. Evaluasi program akan menjadi umpan balik untuk penyempurnaan kerja.

  1. Rapat kerja memakan waktu lama sehingga seseorang harus meninggalkan pekerjaan cukup lama.
  2. Kalau bidang yang dibahas selalu luas, sering tidak tuntas.
  3. Membutuhkan persiapan sistematis untuk tiap bidang kerja yang akan dievaluasi.
  4. Kadang-kadang tidak semua masalah yang diinventarisasi dapat masuk ke panitia jauh sebelumnya.

Dengan mengenal berbagai jenis metode mengajar secara kelompok seperti tersebut di atas, pada suatu saat guru dapat melihat salah satu diantaranya bila ia akan menghadapi kelompok belajar yang merupakan massa. Tidak tertutup kemungkinan bahwa guru tidak hanya akan mengajar di dalam kelas saja, melainkan pada suatu waktu diminta untuk berinteraksi dengan kelompok yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

Johar, Rahmah; Cut Nurfadhilah, dan Latifah Hanum (2006) Bahan Ajar Strategi belajar Mengajar. FKIP Unsyiah

Ratumanan, TG, (2004). Belajar dan Pembelajaran. Ambon. Unesa University Press

Simajuntak Lisnawati, dkk (1993). Metode Mengajar Matematika. Jakarta. Rineka Cipta

www. Google. Co. id

0 comments:

Poskan Komentar

terima kasih telah mengunjungi blog saya
mohon sarannya