PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN.

1. Pengertian PAKEM

Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) merupakan sasaran dalam pelaksanaan kurukulum berbasis kompetensi. Pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak, mengembangkan kreatifitas, sehingga efektif, namun tetap menyenangkan (Dirjen Dikdasmen, 2005a)


Dalam PAKEM :

AKTIF : dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan swasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Peran aktif siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk dirinya sendiri dan orang lain. Guru dituntut untuk kreatif menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi sebagai tingkat kemampuan siswa dan mendorong kreatifitas siswa.

EFEKTIF : tercapainya tujuan pembelajaran (indicator hasil belajar) yang direncanakan.

KREATIF : Guru memberikan variasi dalam kegiatan belajar mengajar dan membuat alat Bantu belajar dan menciptakan tehnik mengajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dan tujuan belajarnya. Peserta didik akan kreatif bila diberi kesempatan merancang sesuatu, menuliskan ide atau gagasan.

Proses Pembelajaran

MENYENANGKAN : suasana belajar yang membuat siswa senang dan “betah” mengikuti kegiatan pembelajaran dengan waktu curah perhatian (time on task) yang tinggi.













2. Tujuan PAKEM

Depdiknas (2005b) menjelaskan bahwa tujuan PAKEM adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dengan menyiapkan siswa memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk persiapan kehidupan masa depannya. Kegiatan PAKEM mengeksplorasi pengelolaan kelas belajar aktif, strategi dan teknik pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk berfikir.

3. Ciri-ciri PAKEM

Secara garis besar, ciri-ciri PAKEM sebagai berikut ;

· Siswa terlibat dalam kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

· Guru menggunakan berbagai alat Bantu atau umber belajar dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan untuk menjadikan pembelajaran yang menari, menyenangkan dan cocok bagi siswa.

· Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik da menyediakan “pojok baca”

· Guru menerapkan cara belajar yang lebih operatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok

· Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

4. Faktor-faktor yang diperhatikan

Dirjen Dikdasmen (2005a) menjelaskan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM adalah sebagai beriku ;

a. Memahami sifat yang dimiliki anak

Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin thu dan berimajinasi. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap berpikir kritis dan kreatif

b. Mengenal anak secara perseorangan

Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Dengan mengenal kemampuan anak kita dapat mebantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak belajar secara optimal

c. Memanfaatkan kebiasaan anak dalam pengorgansasian balajar

Anak kecil secar alami bermain berpasangan ataun berkelompok. Kebiasaan ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Anak diminta menyelesaikan tugas-tugas secara berpasangan atau berkelompok. Kondisi seperti ini akan memudahkan anak berinteraksi dan bertukar pikiran.

  1. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis,kreatif dn memecahkan masalah.

Memecahkan masalah memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berfikir tersebut berasal dari rasa ingin tau dan imajinasi yang keduanya ada pada anak sejak lahir. Tugas guru adalah mengembangkannya antara lain dengan mengajukan pertanyaan terbuka (open-ended problem) yaitu pertanyaan yang menghendaki lebih dari satu jawaban atau lebih dari satu cara penyelesaian

  1. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik

Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas, diharapan dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Materi pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, kliping dari koran, puisi, benda asli dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil karya sisiwa dan di tata dengan baik dapat dijadikan sumber belajar atau bahan rujukan ketika membahas suatu masalah.

  1. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Lingkungan fisik, sosial, atau budaya merupakan sumber bahan belajar. Bahan dari lingkungan dapat dibawa keruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah ketrampilan seperti mengamati, mencatat, merumuskan pertanyaan, mengklasifikasikan, dan membuat diagram/gambar.

  1. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

Pemberian umpan balik dari guru kepada sisiwa merupakan salah satu interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa dan harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya.

  1. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

Aktif mental lebih diinginkan dari pad aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan, merupakan tanda aktif mental.

5. Gambaran Pelaksanaan PAKEM.

Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh KBM dan kemampuan guru yang bersesuaian.

Komponen pembelajaran

Hal baru yang berbeda dengan kebiasaan pembelajaran selama ini

Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran.

Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya :

* Percobaan

* Diskusi kelompok

* Pemecahan masalah

* Mencari informasi

* Menulis laporan/ cerita/ puisi

* Berkunjung keluar kelas

Guru mwnggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan. Misal :

* Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri

* Gambar

* Study kasus

* Nara sumber

* Lingkungan

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ketrampilan

Siswa :

* Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara

* Mengumpulkan data atau jawaban, dan mengolahnya sendiri

* Menarik kesimpulan

* Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri

* Menulis laporan/ hasil karya lain dengan kata-kat sendiri

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan.

Melalui :

* Diskusi

* Lebih banyak pertanyaan terbuka hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri

Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa

* Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan(untuk kegiatan tertentu)

* Bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan kelompok tersebut

* Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan.

Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari

* Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sehari-hari

* Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari.

Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus

* Guru memantau kerja siswa

* Guru memberikan umpan balik


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Pertemuan I)

Sekolah : MIN Bukloh

Mata pelajaran : Matematika

Materi ajar : Penyajian Data

Kelas/ semester : VI/ 2

Waktu : 2 x 45 menit

  1. Standar kompetensi

Mengelola data secara sederhana

  1. Kompetensi dasar

Mengumpulkan Data

  1. Indikator

Mengumpulkan data dengan pencatatan langsung dan lembar isian

  1. Materi Pelajaran

Pengolahan data

  1. Tujuan pembelajaran

1.mampu mengumpulkan data dengan pencatatan langsung dan lembar isian

2.mampu mengurutkan data

  1. Pendekatan dan metode pembelajaran

Pendekatan : PAKEM

Metode : diskusi, tanya jawab, penugasan, dan bermain peran

  1. Sumber Belajar

Data yang diperoleh siswa, LKS, dan buku panduan matematika kelas VI

  1. Langkah-langkah pembelajaran

Kegiatan Awal

    1. gurur menanyakan PR tentang informasi yang terkait dengan diri sendiri seperti berat badan, tinggi badan, umur, jumlah saudara, nomor sepatu dan lainnya.
    2. guru memberikan contoh pengumpulan data dengan pencatatan langsung dan dengan lembar isian
    3. menyampaikan tujuan pembelajaran
    4. menyampaikan langkah-langkah pembelajaran

Kegiatan Inti

1. guru memberikan contoh pengumpulan data dengan cara meminta 5 siswa maju kedepan kelas dan 1 siswa mengumpulkan data secara langsung dan menggunakan lembar isian seperti tinggi badan, berat badan, umur, nomor sepatu, dan lain sebagainya (yang sudah disiapkan siswa pada tugas PR)

2. secara berpasangan siswa mencatat hasil wawancaranya dengan teman sekelasnya(LKS I)

3. siswa mengurutkan data yang diperoleh dengan pencatatan langsung dari yang terkecil ke yang terbesar(LKS II)

4. mendiskusikannya dan mengisi kedalam tabel lembar isian (LKS III)

5. mempresentasikan data yang diperoleh.

Kegiatan Penutup

1. guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran tentang pengumpulan data dengan pencatatan langsung dan lembar isian.

2. guru menyampaikan topik dalam pertemuan berikut tentang menyajikan data.

  1. Penilaian
    1. Penilaian proses

Pengamatan terhadap aktivitas, disiplin dan tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan masalah

    1. penilaian produk

penilaian PR dan kerja pasangan.


LEMBAR KERJA SISWA

(pertemuan II)

Kelompok :

Anggota kelompok : 1.

2.

1. Tulislah hasil pencatatan langsung yang kamu peroleh dari kawan sekelasmu

2. urutlah data yang kamu peroleh dengan cara pencatatan langsung dari yang terkecil ke yang terbesar

3. isilah lembar isian tabel di bawah ini dengan data yang sudah kamu peroleh.

Data

Turus

Banyak siswa

Jumlah


DAFTAR PUSTAKA

Dirjen Dikdasmen (2005a). Paket Pelatihan Awal Untuk Sekolah dan Masyarakat. Depdiknas : Jakarta

Depdiknas (2005b). Paket Pelatihan 2. Peningkatan Mutu Pemdidikan Dasar Melalui Manajemen Berbasis Sekolah, Peran Serta Masyarakat, dan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Depdiknas: Jakarta

Johar, Rahmah; Cut Nurfadhilah, dan Latifah Hanum (2006) Bahan Ajar Strategi belajar Mengajar. FKIP Unsyiah

Saminan. 2006. Kumpulan materi kuliah strategi Belajar Mengajar. Universitas Syiah Kuala : Banda Aceh

www. Google. Co.id

0 comments:

Poskan Komentar

terima kasih telah mengunjungi blog saya
mohon sarannya